Mendukung visi Green Agriculture dengan membebaskan petani dari ketergantungan pupuk kimia. Mengusung konsep Zero Waste Farming untuk mengembalikan kesuburan unsur hara tanah demi ketahanan pangan masa depan.
Membangun siklus abadi yang menguntungkan petani secara finansial sekaligus memulihkan kerusakan alam.
PT. BJN memfasilitasi infrastruktur dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan padat secara komunal. Menjadikan desa mandiri tanpa perlu membeli pupuk dari luar.
Konsep ekonomi sirkular. Jerami dan sisa panen tidak dibakar, melainkan dicacah untuk pakan sapi. Kotoran sapi masuk ke *digester* menjadi Biogas dan pupuk *Bio-Slurry*.
Transisi menuju bio-pestisida (dari rempah & mimba lokal) untuk membunuh hama tanpa meracuni air tanah. Mengembalikan porositas tanah agar mampu menyimpan cadangan air saat kemarau.
Tim agronomis BUMI menguji tingkat keasaman (pH) dan kerusakan tanah di lahan mitra sebelum penanaman.
Pengujian pH dan kerusakan tanah oleh tim agronomis.
Pelatihan pembuatan kompos cair dan dekomposer.
Petani diberi pelatihan intensif cara memfermentasi sisa dedaunan menjadi pupuk kompos cair super aktif secara mandiri.
Integrasi ternak-tani. Kotoran ternak otomatis diproses menjadi bio-slurry pendamping irigasi tanaman.
Integrasi ternak & tani. Limbah diolah jadi bio-slurry.
Hasil panen dihargai tinggi dan siap disertifikasi Organik.
Karena diproses secara alami, hasil panen memiliki kualitas Grade A dan siap didorong untuk mendapatkan Sertifikasi Organik Nasional.
- 60%
Pemangkasan biaya operasional petani karena pupuk diproduksi mandiri dari limbah alam sekitar.
0%
Seluruh residu pasca-panen 100% terserap menjadi pakan ternak komunal atau bahan baku biogas.
+ 40%
Peningkatan kandungan C-Organik di dalam tanah setelah 2 musim tanam menggunakan metode ekologi.
Mari beralih ke sistem pertanian modern yang ramah kantong dan ramah alam. Ajukan proposal bantuan edukasi dan permodalan melalui ekosistem BUMI.
AJUKAN KEMITRAAN GREEN AGRICULTURE